Jandita berpikir keras mengenai apa yang terjadi di rumah tempo hari. Pertengkarannya dengan Tara dan juga Dewangga membuatnya tak bisa hanya diam. Setelah menutup butik, Jandita tidak langsung pulang ke rumah. Gadis itu memutar arah setir dan melaju ke kawasan lama di pinggir kota. Perumahan yang tidak banyak berubah sejak ia kecil. Pohon-pohon besar di sisi jalan. Rumah-rumah dengan pagar rendah. Dan satu rumah yang selalu membuat dadanya menghangat sekaligus sesak. Rumah Tante Harini. Ia tidak berencana lama. Awalnya hanya mampir. Begitu yang ia katakan pada dirinya sendiri, tapi sejak pertengkaran pagi itu, sejak mendengar ucapan Dewangga pada Tara, tentang masa lalu, tentang kesalahan, tentang Danastri, Jandita tahu, ia tidak bisa terus berpura-pura tidak penasaran. Ia memarkir mo

