Bab 21. Yang Ada di Hatiku

1339 Words

“Untuk ballroom lantai tiga, bunga putihnya jangan diganti ya. Aku mau mawar dan peony sesuai konsep awal.” Jandita berdiri di dekat jendela ruang keluarga, ponsel menempel di telinga. Di meja depannya terbuka map berisi layout ballroom hotel, rundown acara, dan daftar vendor. Nada suaranya tenang, terkontrol, seperti seseorang yang tahu persis apa yang ia lakukan. “Iya, dekor mulai jam dua siang. Lighting jangan terlalu kuning, aku mau tetap soft tapi elegan,” lanjutnya. “Catering siap jam lima sore, menu VIP dan tamu umum dipisah. Tolong pastikan itu.” Ia menutup panggilan, lalu segera membuka chat lain. Jemarinya bergerak cepat, mencatat, mengecek ulang, memastikan tak ada satu detail pun yang terlewat. Dari arah ruang kerja, Dewangga memperhatikannya. Pernikahan Tara tinggal hitun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD