Bab 20. Sudah Basah

1268 Words

“Kalau ini cara kamu menggodaku … kamu berhasil, Jandita.” Gadis itu menelan ludah dengan kasar. Sejujurnya, ia tak sedang menggoda. Jandita benar-benar takut kegelapan. Dan sialnya, momennya begitu tepat. Listrik padam dan ia memakai lingerie. Mungkin sebaiknya ia mengaku daripada terus merasa jika pernikahan ini adalah sandiwara. “Om … nggak suka?” tanyanya dengan nada manja. Tangan Jandita mengusap d**a Dewangga perlahan. Lalu, naik ke leher dan berhenti di jakunnya. Sejenak, ia mengangkat wajah dan mendaratkan kecupan di sana. Dewangga tergemap. Sentuhan yang dirasakan untuk pertama kalinya ini terasa seperti sengatan listrik. Tidak ada yang pernah melakukannya selama ini. Hanya Jandita yang berani. Hanya gadis itu. “Kalau aku diam aja … Om nggak akan berbuat apa-apa sama aku,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD