“Silakan dimakan, Om.” Jandita mengambil duduk di kursi meja makan usai menyelesaikan masakannya. Gadis itu tampak antusias ketika melihat Dewangga langsung menyisihkan laptopnya dan mengambil nasi. Ia juga tanpa sungkan mengambil lauk yang disediakan dan langsung makan dengan lahap. Sesekali senyumnya terbit, lalu menoleh ke arah Jandita yang sedang menunggu tanggapannya. “Enak,” bisiknya, lalu lanjut makan. Dewangga sendiri tidak tahu, mana hal yang paling mempengaruhi suasana hatinya saat ini. Sikap manja Jandita tadi atau masakan lezat yang dihidangkan gadis itu. Nyatanya, ketika Jandita tampak memperhatikannya makan dengan lahap, wajahnya terasa panas. “Kamu nggak makan?” tanya Dewangga tanpa menoleh. Jandita sedikit tersentak. Kesadarannya kembali setelah sekian menit lama

