Di tempat lain, Vanes dan Karina saling berbicara. Mereka sudah sampai di kota yang jauh dari kota sebelumnya, tapi tetap saja mereka berdua sepertinya belum tenang. Rai, suami Karina sekaligus ayah sambung Vanes belum menyusul mereka dan belum mengabari apa pun. "Apa Ayah baik-baik saja, ya?" tanya Vanes. Pagi itu, Karina hanya memasak makanan seadanya. Sebelumnya, ia bahkan berniat untuk membeli saja, tapi ia urungkan niatnya itu, sebab Vanes memang lebih senang dengan masakan rumahan. "Dia akan menyusul kita nanti, tenang saja. Ayahmu harus kembali dulu ke ST Tower." Vanes tersenyum canggung. "Kenapa?" tanya sang ibu, tak mengerti dengan senyuman Vanes. "Aku tahu kalau soal itu, Ayah sudah memberitahuku. Yang kumaksudkan adalah ayah yang satu lagi." "Ah, ... ehm, dia juga pasti a

