Bab 32

1294 Words

Aluna tidak bisa membantah. Itulah masalahnya. Deasy mengenalnya terlalu baik. "Jadi?" tanya Deasy sambil menyipitkan mata. "Apa yang dilakukan Uncle Tampan itu lagi?" Aluna langsung menatap tajam ke layar. "Jangan panggil dia begitu." "Oke. Uncle Menyebalkan." "Itu lebih cocok." "Berarti dia bikin ulah lagi?" Aluna terdiam beberapa saat. Sulit menjelaskan apa yang sebenarnya ia rasakan. Karena bahkan ia sendiri tidak benar-benar mengerti. "Aku cuma..." Ia menghela napas panjang. "Aku capek." "Capek karena?" "Karena dia." Deasy langsung menunjuk layar. "Nah, kan. Tetap cowok." Aluna melempar bantal ke arah ponselnya meski jelas tidak akan mengenai siapa pun. "Dia bikin aku bingung." "Gimana nggak bingung?" "Kadang dia perhatian." "Hm." "Kadang dia dingin banget." "Hm

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD