Bab 33

1285 Words

Dan rasa takut itu jauh lebih berbahaya daripada perasaan lain apa pun. Di dalam kamar, Aluna masih terjaga. Ia baru saja mematikan lampu ketika mendengar suara langkah samar dari luar. Awalnya ia mengira itu hanya imajinasinya. Namun langkah itu berhenti. Tepat di depan pintu. Aluna langsung membuka mata. Jantungnya berdetak lebih cepat. Rumah itu terlalu besar untuk membuat suara sekecil itu terdengar jelas. Namun entah bagaimana ia yakin. Sangat yakin. Ia tahu siapa yang berdiri di luar sana. Keheningan meregang. Tidak ada ketukan. Tidak ada panggilan. Tidak ada suara. Hanya keberadaan seseorang di balik pintu. Dan anehnya, itu jauh lebih membuat gugup daripada jika orang itu benar-benar masuk. Aluna duduk perlahan di atas tempat tidur. Pandangannya tertuju ke arah pi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD