Hari itu sebenarnya berjalan biasa saja. Aluna datang pagi ke kantor, menyelesaikan revisi laporan, lalu membantu tim pemasaran menyiapkan beberapa dokumen untuk presentasi klien. Ia mulai terbiasa dengan ritme perusahaan Kaiden yang cepat dan disiplin. Semua orang bekerja serius, hampir tanpa banyak basa-basi, seolah satu kesalahan kecil saja bisa membuat mereka dipanggil ke ruang direktur. Dan direktur itu sekarang sedang berdiri beberapa meter darinya. Kaiden masuk ke ruang staf menjelang siang dengan setelan abu-abu gelap yang membuat auranya semakin dingin dan mahal. Beberapa orang langsung menegakkan posisi duduk mereka. Bahkan suara obrolan kecil otomatis menghilang. Aluna yang sedang memegang map data refleks ikut berdiri. Namun sebelum ia sempat bicara, Kaiden sudah berjalan

