Bab 20

1301 Words

Ruang staf lantai sembilan siang itu cukup ramai oleh suara ketikan keyboard dan dering telepon yang bersahutan. Aluna duduk di mejanya sambil memeriksa data laporan pemasaran yang sejak tadi membuat matanya mulai lelah. Sudah hampir dua minggu ia magang di perusahaan itu. Dan selama dua minggu itu pula, hidupnya terasa seperti berjalan di atas tali tipis yang bisa putus kapan saja. Di kantor, Kaiden adalah bos besar yang nyaris tidak tersentuh. Semua orang menghormatinya dengan campuran kagum dan takut. Tidak ada yang berani terlalu santai di dekatnya. Bahkan manajer senior pun langsung tegang saat pria itu lewat. Sementara di rumah… Aluna mengembuskan napas pelan sambil memijat pelipisnya. Rumah itu tetap terasa dingin. Kaiden jarang bicara di luar hal penting. Kadang mereka han

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD