Aluna bahkan tidak perlu menoleh untuk tahu siapa. ”Macet banget gara-gara hujan. Supirnya minta di-cancel.” Kaiden berdiri di sampingnya sambil memasukkan tangan ke saku celana. Jas hitamnya membuat pria itu terlihat makin mahal dan sulit disentuh. “Kalo gitu, sama saya saja.” Bukan pertanyaan, tapi pernyataan. Aluna menghembuskan napas pelan. Kalau pamannya ini mau menjaga jarak, kenapa malah nawarin begitu? Padahal dia sudah berusaha mengurangi interaksi dengan pulang lebih dulu. Tapi dia malah begitu. 'Harusnya Paman Kai nggak usah perduliin aku.' Aluna menatapnya kesal. “Uncle Kai sadar nggak sih, kalau makin dihindarin malah makin aneh?” Kaiden menoleh perlahan. Tatapannya langsung berubah tajam. “Apa maksud kamu?” “Nggak usah pura-pura nggak ngerti.” Aluna akhirnya mena

