Beberapa hari berlalu. Aluna berhasil melewatinya dengan baik. Hari pertama di kantor, Kaiden secara pribadi mengenalkan dirinya kepada direksi dan semua karyawan di ruang meeting yang sarat ketegangan. Kesimpulan pertama Aluna, mereka semua bukan hanya hormat, tapi sekaligus takut pada sang bos. Aluna sampai bolak-balik memperhatikan wajah tampan tenang itu, menilai dari sisi mana yang terlihat menakutkan. Aluna dikenalkan sebagai mahasiswa magang, sama sekali tidak menyentil soal hubungan keluarga. “Dia butuh banyak belajar dan berikan semua data yang dibutuhkan untuk penulisan tesisnya.” Itu saja, dan setelah itu Kaiden meninggalkan ruang meeting untuk melanjutkan meeting dengan klien di luar kantor. Sambutan hangat karyawan perusahaan itu membuat Aluna merasa lebih nyaman dan sia

