Kaiden melanjutkan dengan nada yang sangat tenang. Justru terlalu tenang. "Di kantor ini hubungan antar karyawan tidak dianjurkan." Riko berkedip. Bukannya tidak dianjurkan. Selama ini banyak yang pacaran. Bahkan ada yang menikah. Tidak pernah jadi masalah. Namun tentu saja ia tidak cukup berani mengucapkannya. "Iya, Pak." "Kalau kamu serius bekerja di sini, fokus kerja." "Iya, Pak." "Kalau Aluna serius menyelesaikan magangnya, biarkan dia fokus." Riko mengangguk lagi. Meski dalam hati semakin bingung. Apa sebenarnya yang sedang terjadi? Kaiden mengetuk meja perlahan. "Saya dengar kamu cukup dekat dengannya." "Eh..." "Saya salah?" "Tidak juga, Pak." "Bagus." Riko mulai berkeringat. Padahal pendingin ruangan menyala cukup dingin. "Mulai sekarang awasi dia." Riko men

