Bab 25

1627 Words

Sejak hari itu, Kaiden benar-benar berubah. Bukan berubah dalam cara yang mudah dikenali orang lain. Tidak ada ledakan emosi. Tidak ada pertengkaran. Tidak ada sikap kasar yang mencolok. Justru sebaliknya—pria itu menjadi terlalu tenang. Terlalu rapi dalam menjaga jarak. Dan itu jauh lebih mengganggu. Di kantor, Kaiden kembali menjadi sosok direktur utama yang nyaris sempurna. Dingin. Profesional. Sulit ditebak. Ia memperlakukan Aluna persis seperti karyawan magang lainnya. Tidak ada lagi perhatian kecil yang diam-diam pernah muncul. Tidak ada tatapan yang terlalu lama. Tidak ada percakapan pribadi. Bahkan sekadar menanyakan apakah Aluna sudah makan pun tidak pernah lagi terjadi. Semua terasa formal. Terlalu formal. “Laporan revisi saya tunggu sebelum jam tiga.” “Data bagian ini

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD