Pada waktu yang hampir bersamaan... Di ballroom sebuah hotel berbintang lima, Kaiden sedang menghadiri jamuan makan malam bersama sejumlah investor. Lampu kristal menggantung megah di langit-langit. Musik instrumental mengalun pelan. Di atas meja bundar tersaji hidangan pembuka yang nyaris tak disentuh. Kaiden baru saja selesai menjelaskan perkembangan investasi ketika ponselnya yang diletakkan dalam mode senyap bergetar pelan. Ia melirik sekilas. Notifikasi dari akun media sosial perusahaan. Awalnya ia hendak mengabaikannya. Namun entah mengapa, ibu jarinya justru membuka unggahan tersebut. Foto pertama memperlihatkan seluruh tim proyek. Ia menggeser ke foto berikutnya. Lalu berhenti. Di sana... Aluna sedang tertawa lepas. Kepalanya sedikit mendongak. Matanya menyipit kare

