Bab 40

1677 Words

Minggu pagi di rumah dinas terasa seperti napas panjang setelah pekan yang padat—matahari naik lebih perlahan dari biasanya, sinarnya lembut menyisir atap, dan angin membawa aroma jasmin dari kebun kecil di sisi rumah. Grari bangun tanpa alarm, terbiasa oleh tubuh yang kelelahan namun lengket oleh perasaan manis sejak pulang dari Garut. Ia turun tangga perlahan, melewati lorong yang masih sepi, mendengar hanya bunyi jam dinding yang tenang dan desah mesin pendingin ruangan yang bekerja setia. Saat ia keluar ke bagian belakang untuk meneguk udara pagi, pemandangan yang tampil di depannya membuat langkahnya terhenti; Felisha sudah ada di kolam renang, rambutnya dikepang longgar, tubuhnya bergerak tenang di bawah permukaan air seperti sebuah pasir halus yang mengalir, dan matahari memantul di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD