Bab 38

1015 Words

Sore itu, langit Garut berubah oranye keemasan ketika rombongan sampai di villa yang disediakan pemda—bangunan kayu dengan atap tinggi, menghadap langsung ke garis pantai Sancang yang terkenal hening dan liar. Udara asin mengalir masuk bersama angin pesisir. Suara ombak memukul karang terdengar konstan, seperti detak alam sendiri. Felisha langsung membantu Ratih menata barang: pakaian, dokumen agenda besok, dan perlengkapan puskesmas yang diberikan warga. Sementara itu di ruang utama, Radit masih berkutat dengan Grari, membahas teknis acara cagar alam Sancang besok pagi. “Akses jalannya agak rusak, Pak,” kata Radit sambil membuka peta. “Jadi berangkatnya harus lebih pagi.” “Hm. Tidak apa-apa. Yang penting warga siap menerima,” jawab Grari sambil memeriksa catatan. Dari luar, cahaya ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD