Tangan Dzoki sejak tadi terkepal erat. Ia kesal sekali dengan Egi dan Tasya. Di balik sikap manis mereka ternyata mereka adalah ular berbulu domba. Sama sekali tidak ada baik -baiknya. Dzoki langsung pergi dari sana. Tidak perlu berlama -lama lagi dia mendengakan sebuah kebenaran sahabatnya itu. Jadi, kemarin Tasya sengaja menjebal dirinya untuk menjadikan Dzoki sebagai tumbal dan perlahan akan menguras harta Dzoki yang banyak itu. Karena Dzoki adalah pewaris tunggal almarhumah Neneknya. Dzoki menggeleng tak percaya. Egi bukan saja sudah di anggap sahabat baik tapi juga sudah di anggap sebagai saudara Dzoki sendiri. Makan dan minum bersama bajkan satu piring dan satu gelas bersama tanpa ada rasa jijik sedikit pun. Tapi ternyata mereka malah membuat jebakan betmen yang benar -benar di l