Sinar matahari sudah mulai meninggi, menerobos masuk melalui celah gorden yang terbuka sedikit, akan tetapi kamar utama itu masih diselimuti kesunyian yang syahdu. Untuk pertama kalinya dalam sejarah kehidupan seorang Nona Lucy, ia baru saja terbangun saat jam dinding sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Sesuatu yang nyaris tak pernah terjadi sebelumnya. Nona Lucy yang disiplin dan penuh dengan jadwal yang rapi, kini harus bangun kesiangan. Nona Lucy mengernyitkan dahi, merasakan ada denyut yang terasa tajam di pelipisnya. Saat ia mencoba menggerakkan lengannya, ia merasakan gesekan kain selimut yang halus langsung di kulitnya. Ia tersentak kecil saat menyadari bahwa ia benar-benar telanjang di bawah selimut besar itu. Benar-benar tanpa sehelai benang pun. Seketika, ada rasa perih yan

