Satu hari sebelum pindahan. Esti masih datang ke apartemen Angga untuk bekerja. Dia masih menyiapkan sarapan. Sarapan untuk Angga tidak pernah merepotkan karena dia lebih sering minta sarapan roti, telur ceplok atau omelette. Pagi itu Esti memaksa untuk membantu Angga pindahan. "Tuan ini beneran enggak perlu dibantu buat pindahan? Nanti Tuan capek loh mindahin semuanya sendirian." "Kamu kasian sama aku? Makasih ya udah perhatian sama aku. Tapi aku enggak apa-apa sih misalnya mindahin semuanya ini sendirian, paling nanti pingsan udahannya. Eh, cuma becanda doang kok." Terlihat ekspresi khawatir di wajah Esti pada Angga. "Yakin, Tuan enggak butuh bantuan?" "Yakin. Nanti hari minggu kamu datang ke apartemen yang baru semua udah tersusun rapi." "Itu semua siapa yang ngerjain dalam waktu