Pujian Palsu Nara

1292 Words
“Seera, kenapa sudah datang jam segini?” Tanya Lala yang begitu aneh saat melihat kedatangan Seera, “Bukan nya hari ini kamu masuk jam 4 sore? Ini kan baru saja jam 3. Kau membuang waktu satu jam bebas mu!” protes Lala di balas sebuah tatapan sinis dari sahabat nya itu. “Sudahlah tidak apa-apa, lagian sudah terlanjur memasukkan kartu absen ku. Mungkin mesin sudah mendeteksi kedatangan ku La.” Balas Seera , Ia duduk sembari membuka sepatu miliknya. Lala pun mencoba menilik wajah Seera, “Kenapa?” Tanya Seera yang begitu risih saat Lala menatap nya seperti itu. “Kau tidak sedang merasa kesal kan?” Tanya Lala, Seera mendengus dan Lala terlihat sedikit menjauhkan wajahnya. Wajah murka Seera tidak dapat Seera sembunyikan, “Apa di kampus ada yang mengganggu mu?” Tanya Lala kembali. “Ya,” jawabnya singkat. “Kau menghajar nya?” Tanya Lala kembali.. Seera terdiam sejenak, Ia mencoba membuang nafas nya kasar. “Argh, kau tahu lelaki yang tempo lalu menghuni kamar VVIP itu?” Tanya Seera kembali. Lala tersenyum manja, “Lelaki m***m itu, yang emmm.. Itu nya terlihat oleh mu?” Tanya Lala kembali. Seera menajamkan pandangan nya, “Maaf.” Ucap Lala dengan menundukkan kepalanya. “Memangnya kenapa lagi dia?” Tanya Lala kembali, Ia begitu penasaran dengan apa yang terjadi pada sahabatnya. “Dia satu kampus dengan ku La, dan…” Seera begitu kesal saat akan melanjutkan pembicaraan nya, terlihat sekali urat tegang pada dahi serta leher miliknya. “Dan apa?” Tanya Lala. “Dia menjadi murid bimbingan ku!” Starla pun terkejut, bibirnyamembentuk huruf O. Starla menggeleng pelan, “Ya Tuhan, apakah dia akan menjadi jodoh mu di masa datang?” Tanya Starla. PLAAAKKKK .. “Apa kau gila mengatakan hal seperti itu padaku. Aku saja sangat membencinya dan dia sangat menjengkelkan. Siapa wanita yang menginginkan lelaki yang begitu sangat membuat kesal, bodoh dan dia tidak tahu caranya menghagai waktu.” Gerutu Seera di balas sebuah tawa oleh Starla, Ia begitu senang dikala mendengar ocehan sahabatnya. Menurutnya di awal perkenalan nya dengan Seera, Seera sosok gadis pendiam dan nyaris sulit untuk diajak berkenalan. Namun saat ini, Seera mampu menjadi partner yang baik untuk Starla dan Starla sangat menyayangi sosok sahabatnya itu. “Seera, ayolah. Kau tidak boleh menyianyiakan kesempatan ini. Dia adalah Natanara Wijaya, dia salah satu pewaris hotel megah ini. Jika kau mampu membuatnya jatuh cinta, kau akan hidup dengan sangat baik. Kau akan mudah menggapai cita-cita mu untuk melanjutkan S2 di Amerika.” Mendengar hal itu, Seera bukan terkejut bahkan senang dengan apa yang Starla katakan. Justru Seera terlihat kesal, Ia beranjak dari tempat dimana Ia duduk. Lalu berjalan menuju loker miliknya, “Seera, apa kau dengar apa yang ku katakan?” Tanya Starla yang terus menerus mengikuti langkah Seera. “Aku mampu membuat sukses diriku sendiri, jika aku jatuh cinta padanya. Dunia akan kiamat, dan aku akan mati!” celetuk Seera. “Maksud mu?” Tanya Starla. “Mana mungkin akum au dengan lelaki kelainan mental seperti NATANARA WIJAYA!” celetuk Seera kembali. “Sudahlah, kembali bekerja sana. Pekerjaan kita hari ini akan banyak, lupakan lelaki sialan itu.” Sambung Seera, Starla terdiam. Sebenarnya, Nata Nara adalah salah satu sosok lelaki yang menjadi Bias Starla. Sudah lama Ia mengagumi sosok Nara, walaupun hanya menatap wajah Nara di sebuah sosial media. Hati Starla selalu bahagia, namun Ia tahu bahwa dirinya tidak mungkin menggapai sosok bulan yang jauh dari pandangan nya. Nara dan Starla adalah dua orang yang berbeda dengan nya, apalagi Nara yang melanjutkan study nya sedangkan Starla yang juga harus bekerja keras sebagai karyawan hotel. Namun berbeda dengan Seera, sebelum Seera jatuh miskin, Ia sudah terlebih dahulu kaya dan mungkin keluarganya sebanding dengan keluarga Wijaya. Dan saat ini, Starla hanya berharap Seera mendapatkan kembali kehidupan mewahnya terdahulu. Pertemanan mereka yang sudah hampir 10 tahun pun memberikan kekuatan untuk mereka masing-masing, Seera sudah bukan lagi seorang teman bagi Starla melainkan sosok saudara perempuan yang sangat Ia sayangi. “Starla.” Panggil Seera, Starla pun tersadar dari lamunan nya itu. “Mm, Iya Seera?” sahut Starla. “Ayo, mau aku adukan kamu kepada Pak Fay?” Tanya Seera. “Ti-tidak Seera.’ “Ya sudah, ayo mulai bekerja.” Ajak Seera kembali. Di tempat berbeda, Emily menghampiri Nara yang sedang duduk di sebuah Kafe. “Halo Nar.” Sapa Emily. Nara menatapnya, “Hai.” Sahut Nara. “Bolehkah aku duduk?” Tanya Emily. “Duduklah, lagipula tempat itu kosong.” Jawab Nara, Ia tetap memfokuskan dirinya menatap layar ponsel miliknya. Emily pun duduk di samping Nara, “kemana dua teman mu?” Tanya Nara kembali. “Dia duduk di tempat berbeda.” Jawab Emily. Nara pun melirik kearah dimana Angela dan Alana duduk, Ia melambaikan tangan nya seraya meminta mereka untuk bergabung. Dalam hati Emily bergumam, Justru aku ingin berbincang berdua dengan mu Nara ku. Melihat lambaian tangan Nara, Alana dan Angela yang menyadari itu pun segera menghampiri keduanya. “Duduk saja disini, lagipula aku hanya sendiri.” Kata Nara, mereka berdua menatap kearah dimana Emily duduk. Emily mengangguk perlahan seraya menyetujui apa yang Nara inginkan, mereka pun duduk bersama-sama. “Nara, Elvan kemana?” Tanya Angela. “Elvan?” Tanya Nara sembari menaikkan kedua bahunya juga sedikit mencebikkan bibirnya tanda Ia tidak tahu dimana keberadaan Elvan. “Ku kira kalian satu paket, tetapi tidak.” Susul Angela. Alana pun bertanya pada Nara, “Nara, bagaimana belajar mu dengan pembimbing mu Seera?” Nara tersenyum, Ia tahu Emily akan merasa kesal jika dia berusaha membuatnya gerah dengan mengatakan bahwa Seera sangat menyenangkan. Ia pun menjawab, “Seera? Dia sangat menyenangkan, dia gadis yang pintar dan ya, gw semangat belajar sama dia?” “Semangat? Tetapi kalian kemarin bertengkar kan di taman?” Timpal Angela bertanya. “Ya, rumors kampus mengatakan bahwa kalian memiliki hubungan Spesial yang tidak kamu ketahui. Apalagi, sudah lama sekali kamu tidak memiliki kekasih? Benarkan Emily?” Alana begitu sangat membuat kesal Emily, Emily terlihat berusaha lebih santai saat mendengar percakapan diantara mereka semua. “Itu kan Rumors, tidak perlu mendengar rumors kampus ini.” Pekik Emily, “Seera jelas-jelas bukan tipe Nara, aku tahu betul tipe Nara seperti apa.” Sahut Emily sembari memegang punggung tangan Nara, Nara segera melepaskan pegangan Emily. Ia menatap sinis kepada Emily, entah apa permasalahan diantara keduanya. Yang jelas, Nara tidak lagi menyukai sosok Emily. Nara sedikit membetulkan posisi duduk nya, Ia juga terlihat menatap kearah Emily. beberapa detik lagi, nara akan memberikan sebuah pujian palsu nya untuk Seera. “Bagaimana jika apa yang kamu katakan salah, bagaimana jika Seera lah yang benar-benar tipe ku?”Nara menghela nafasnya, "Ia wanita yang sangat aku banggakan." tambah Nara. Emily meneggakkan posisi duduknya, ia menarik nafas nya perlahan dan mencoba tidak menunjukkan perasaan kesal yang sudah menggunung. “Aku rasa perbincangan kita selesai,” ucap Nara sembari melihat jam tangan yang melingkari pergelangan tangan nya. Nara pun beranjak dari tempat duduknya, Ia mulai berjalan meninggalkan mereka semua. Emily menatap Alana, Ia mengepalkan tangan nya. Lalu menarik nafasnya dengan kasar, dan membuangnya dengan lebih kasar. “Belikan aku 10 donat, aku mau makan semuanya!” teriak Emily yang terlihat begitu dalam keadaan tertekan, Alana menatap Angela dan mereka merasa kebingungan. Ingin sekali Alana dan Angela mengingatkan bahwa hal itu tidak di bolehkan oleh kedua orang tua Emily, namun bukan Emily jika tidak memaksa. Akhirnya, Angela berlari membelikan Emily donat yang sangat ia inginkan. Penyakit Bulimia yang di derita Emily akan kambuh di saat ia merasa stress dan tertekan, Ia akan makan dengan cara berlebihan dan setelah merasa puas, Ia akan memuntahkan seluruh isi makanan di dalam perutnya. Semua akan membahayakan Emily, namun apa boleh buat jika tidak di berikan, Emily akan menangis sejadi-jadinya dan Alana maupun Angela tidak menginginkan hal itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD