"Oh jadi pikun? Kirain bisa baca pikiran." Ujar Leebin dalam gumaman. Ada sedikit rasa dongkol karena sudah terlanjur serius berpikir. Satu menit kemudian namanya dipanggil untuk mengambil obatnya. Pria muda itu segera berdiri dan mengambil obat. Lalu bergegas pergi dari apotek tersebut menuju ke rumah. Saat di jalan dia melihat mobil Revan di antara banyak kendaraan. Mobil tersebut berhenti di lampu merah perempatan jalan. Dia tidak peduli pria itu melihatnya atau tidak. Leebin tetap melajukan motornya dengan santai menuju ke rumahnya. Sampai di rumah ia memasukkan motor miliknya ke garasi yang ada di samping beranda. Dia tidak mengira jika Revan mengikutinya dari belakang sejak dari perempatan jalan tadi. Dia melihat Leebin dari dalam mobilnya. Mengawasinya dari kejauhan. Leebin