Bab 27. Amarah Meledak

1152 Words

"Sialan!" Kevin mengangkat satu kardus paling atas tanpa berkata apa pun. Rahangnya mengeras dan napasnya terdengar masih berat. Kardus itu dipeluknya erat seolah sedang memeluk harga dirinya yang baru saja diinjak-injak. “Cil. Bawa yang itu,” katanya singkat, menunjuk kardus lain di lantai. “Kak Kevin! Kenapa begini—” Belum selesai Cecilia bicara, Kevin sudah lebih dulu menarik pergelangan tangannya. Tarikannya tidak terlalu keras, tetapi cukup membuat Cecilia tersentak. “Kita keluar!” ucapnya dingin. Mereka berjalan cepat menyusuri lorong. Banyak mata menatap langkah mereka. Para perawat, dokter muda, bahkan pasien yang duduk di kursi tunggu. Bisik-bisik terdengar jelas di telinga mereka. “Itu Dokter Kevin, ya?” "Dia dipecat?” “Serius?” Wajah Kevin tampak merah membara, bukan ha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD