Alena sampai kesusahan bernapas. Ciuman itu semakin intens, mendesak, dan penuh amarah. Darren melampiaskan rasa cemburu yang begitu besar yang ia rasakan di lapangan golf tadiâsetiap gerakan dan sentuhan adalah pembalasan atas kemesraan Alena dan Keandre. Dalam kekalutan itu, tanpa sadar, Alena mencengkeram kuat rambut Darren. Cengkeraman itu cukup keras hingga pria itu mengerang tertahan, suaranya teredam di sela ciuman mereka. Darren segera menarik wajahnya menjauh sedikit, ia menekan sisi wajah Alena dengan kasar, mengunci pandangan mereka. "Kamu pantas mendapatkan ini, Alena," desis Darren, suaranya berat dan mengancam. Ia lalu mencium Alena lagi dengan lebih brutal, mengambil alih kendali sepenuhnya. "Anak saya tidak pernah memperlakukan kamu seperti ini, kan?" bisik Darren, tepat

