Sonya memaksakan senyum percaya diri yang jelas palsu. "Tugas biasa gitu, De. Kamu kan anak Hukum, pasti enggak akan ngerti deh kalau kami bahas kurva investasi atau laporan keuangan," jawabnya, nadanya terdengar meremehkan, berusaha menutupi kepanikannya. Alena terkekeh pelan, tawa yang terdengar renyah namun tajam. Ia tahu betul, selingkuhan pacarnya ini sedang berada di ambang kepanikan. "Gitu ya, Kak? Aduh, beda jurusan sih, ya," balas Alena, memainkan ujung rambutnya dengan santai. "Jadi aku yang anak Hukum ini enggak 'ngerti' yang mau Kakak bahas sampai harus ke rumah pacarku begini. Padahal bisa lho bahasnya di perpustakaan atau di kantin kampus, kenapa harus sampai ke rumah... Tapi, ya sudahlah. Aku toleransi, demi kelancaran tugas kuliah Kakak." Alena sengaja memberikan penekana

