Begitu tiba di kamar Darren yang luas, Alena segera meletakkan tas Hermès dan segala perintilan yang ia bawa di atas meja mahoni disana. Matanya kemudian menangkap sosok Darren. Pria itu sudah berdiri di dekat jendela, membelakangi Alena, dan tanpa basa-basi ia sudah melepaskan kemeja kerjanya. Kain katun mahal itu jatuh ke lantai tanpa suara. Darren kini hanya mengenakan celana bahan dan shirtless, memamerkan punggung yang lebar dan berotot, serta bahu yang kokoh. Tubuhnya, meskipun sudah matang, tetap terpelihara dengan baik, kekar tanpa lemak berlebihan. Alena refleks mengalihkan pandangan, rasa canggung dan gairah campur aduk. Gerakan kecil Alena tidak luput dari perhatian Darren. Pria itu memutar tubuh, tersenyum sinis dan penuh kemenangan. Ia melangkah mendekat, auranya yang domi

