Darren dan Ashley bergantian menjaga Keandre sejak dini hari. Saat jarum jam menunjuk pukul sembilan pagi, Ashley akhirnya berpamitan. Wajahnya masih terlihat cemas, tapi ia harus pulang untuk mengurus suaminya dan anak dari pernikahan keduanya. “Kalau ada apa-apa, kabari aku,” ucap Ashley sambil merapikan tasnya. Darren mengangguk. “Pasti. Terima kasih sudah datang dan bantu jaga. Hati-hati di jalan, Ashley.” Ashley mengangguk dan menatap putranya sebentar, lalu beranjak pergi. Begitu pintu tertutup, Darren menghela napas panjang. Wajahnya tampak lelah, matanya sembab, dan bahunya menurun karena kurang tidur. Ia hanya sempat terlelap satu jam sebelum terbangun lagi saat perawat masuk untuk mengecek kondisi Keandre. Ia duduk di kursi di samping ranjang, memperhatikan anaknya yang mas

