Sepulangnya Darren dari rumah sakit, Alena tetap tinggal untuk menjaga Keandre. Ia merapikan selimut di tubuh pacarnya, memastikan posisi infus tidak tertarik, lalu membereskan meja dan kursi agar ruangan tetap bersih dan nyaman. Ketika dokter dan perawat datang untuk visit, Alena menjelaskan dengan tenang bahwa keadaan Keandre stabil, tidak ada demam lanjutan atau mungkin keluhan rasa nyeri berlebihan. Malah Keandre lumayan lama terlelap, dokter juga mengatakan hal demikian, proses penyembuhan Keandre akan cepat. Setelah mereka pergi, suasana kamar kembali tenang. Alena duduk di kursi dekat ranjang, memainkan ponselnya sebentar sambil memperhatikan wajah Keandre yang masih terlelap. Tidak lama kemudian, pacarnya itu mulai bergerak pelan, matanya terbuka setengah. “Sayang?” suara Keand

