"Jill, skripsi lo udah beres?" tanya Cakra begitu Jill duduk di sebelahnya. "Udah, Mas." Jill menjawab tenang sambil berusaha menebak kira-kira untuk apa Cakra memanggilnya seperti ini. Tidak biasanya Cakra mengajaknya bicara empat mata di tempat pertemuan yang terasa janggal. Taman Forty Media bukanlah tempat yang lazim untuk sebuah pembicaraan penting. Cakra mengeluarkan sebatang rokok dan menyulutnya. "Kapan sidang akhir?" "Dua minggu lagi, Mas." "Abis itu lo bisa fokus di In-Time lagi?" "Bisa, Mas. Lagian selama skripsi juga saya tetap berusaha fokus di sini." Sesuatu dalam diri Jill mencium aroma-aroma mencurigakan. Cakra mendengus. "Lo emang mau fokus. Tapi Bos Besar udah larang gue supaya nggak kasih lo banyak kerjaan. Gue disuruh nunggu dulu sampe lo beres sidang akhi

