Bab 17 🍒

1450 Words

Tangisan Vero pecah malam itu juga di lantai ruang tamu Marko yang dingin. Suaranya diredam oleh telapak tangannya sendiri, tapi getaran di bahunya memperlihatkan seberapa hancur dan lelahnya gadis itu. Marko langsung berlutut di sampingnya, menepuk-nepuk punggung Vero dengan sabar tanpa berniat mengeluarkan kata-kata penghibur yang klise. Marko tahu, yang dibutuhkan Vero sekarang cuma waktu buat mengeluarkan semua beban yang menyumbat dadanya. "Gue ... gue kotor banget ya, Ko?" bisik Vero di sela-sela tangisnya, mendongak menatap Marko dengan mata yang merah dan bengkak. "Omongan istrinya ... omongan Astrid itu bener-bener bikin gue ngerasa kayak jalang murahan yang gampang banget ditipu pakai kemewahan." Marko menghela napas panjang, lalu menggeleng tegas. "Dengerin gue, Vero. Lo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD