Malam harinya di Jakarta, hujan belum juga reda. Jalanan ibu kota tergenang air, menciptakan kemacetan horor yang seolah gak ada habisnya. Di salah satu sudut kota, sebuah jet pribadi mewah berlogo inisial 'GL' mendarat dengan mulus di landasan pacu Bandara Halim Perdanakusuma, menghindari hiruk-pikuk Soekarno-Hatta demi privasi yang mutlak. Begitu pintu hidrolik pesawat terbuka, Gavin Lorenso melangkah turun. Pria itu sudah mengganti pakaian santai Islandianya dengan setelan jas formal hitam tanpa dasi, membuat aura CEO-nya kembali memancar dengan sempurna. Langkah kakinya lebar dan tegas, sama sekali gak mempedulikan rintik air hujan yang membasahi bahu jas mewahnya. Di pinggir landasan, tiga mobil Toyota Alphard hitam sudah berbaris rapi dengan mesin yang menyala. Seorang pria pa

