Istri Tapi Tak Berguna

1283 Words

Malam itu, rumah terasa lebih dingin dari biasanya, meskipun udara di luar cukup hangat. Delima duduk di ruang tengah, memandangi cangkir teh yang sudah dingin di tangannya. Suara langkah kaki Nina terdengar dari arah dapur, membuat hati Delima kembali gelisah. Wanita itu selalu muncul di waktu yang tidak diinginkan. “Masih di sini, Delima?” Nada suara Nina terdengar ringan tapi menusuk, disertai tawa kecil yang sinis. Ia membawa nampan berisi makanan menuju kamar Nando, lalu berbalik menatap Delima dengan senyum tipis. “Harusnya kamu istirahat. Atau… mungkin lebih baik kamu pergi aja sekalian?” Delima mengangkat wajah, menahan diri agar tidak terpancing. “Aku istrinya, Nina. Tempatku memang di sini.” Nina melangkah lebih dekat, meletakkan nampan di meja, lalu menyilangkan tangan di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD