Faye terkesiap saat mendengar pernyataan itu. Ia menarik napas panjang, lalu mengembuskan secara perlahan. Berusaha menguasai diri. “Ma-maksud kamu ....” Kalimat Faye menggantung, dadanya sangat sesak walau hanya untuk memastikan kenyataan ini. “Maaf, aku tidak bermaksud menyakiti kamu. Aku hanya berbicara fakta, bahwa aku adalah perempuan yang pernah ditiduri suamimu, Xander.” Faye mengusap wajahnya dengan kasar, matanya langsung berkaca-kaca. Dadanya semakin sesak seketika. “Dulu, Xander meniduriku tanpa pengaman. Kupikir akan aman, ternyata aku hamil. Dia tidak bisa tanggung jawab dengan alasan sudah punya pacar. Tapi sekarang, pacar itu sudah menjadi istri dan ada di hadapanku sekarang.” Faye seperti ditusuk ribuan belati, hatinya perih. Bukan hanya soal perempuannya ini yang

