Kelopak mata sayu itu mengerjap perlahan, menyesuaikan cahaya remang yang menyelinap di sudut kamar. Matanya terbuka sedikit demi sedikit, seakan enggan benar-benar kembali pada kesadaran. Melati meregangkan tubuhnya pelan, mencoba menggerakkan otot-otot yang terasa kaku, namun yang ia rasakan justru sebaliknya—tubuhnya berat, seperti kehilangan tenaga sepenuhnya. “Enghhh….” Lenguhan pelan lolos dari bibirnya. Rasanya seluruh tulangnya seperti baru saja dilucuti, terpisah dari dagingnya sendiri. Lemas. Kosong. Seakan tubuhnya baru saja dihantam sesuatu yang terlalu besar untuk ia tahan. Dengan sisa tenaga yang ada, Melati mencoba bergerak. Namun rasa sakit langsung menjalari sekujur tubuhnya, menjalar perlahan namun pasti, terutama di bagian bawah perut hingga ke antara paha. Sensasi it

