Bab 48

1172 Words

Pagi perlahan merambat masuk ke kamar, menyingkirkan sisa gelap malam dengan cahaya lembut keemasan yang menembus celah tirai. Udara terasa hangat, menandakan hari yang cerah tengah menunggu di luar. Garis-garis tipis keemasan menyusup melalui celah tirai, jatuh di lantai, memantul lembut pada permukaan meja kayu, dan membentuk pola samar di atas seprai putih. Burung-burung di luar bersahut-sahutan, melengkapi ketenangan yang membungkus rumah besar itu. Di ranjang, Roby yang sedang terlelap nampak mulai bergerak pelan. Bahunya bergeser dan tubuhnya membalik sementara mata masih tertutup rapat karena belum sepenuhnya terbangun. Dengan kebiasaan refleks, tangannya meraba sisi ranjang di sebelahnya yang biasanya hangat oleh tubuh seseorang. Namun yang ia rasakan hanyalah dingin kain seprai.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD