Bab 49

1196 Words

Lidia selesai menata hidangan di meja makan dengan rapi. Aroma sup ayam hangat bercampur harum roti panggang memenuhi ruang makan, menyebar pelan ke setiap sudut ruangan. Asap tipis yang masih mengepul dari panci sup menandakan hidangan baru saja matang, sementara roti yang diletakkan di keranjang rotan tampak mengundang dengan kulitnya yang renyah. Gelas-gelas kristal berkilau di bawah cahaya lampu gantung, memantulkan cahaya pagi yang menembus dari jendela besar di sisi ruangan. Dengan hati-hati, Lidia memastikan piring, sendok, dan gelas tertata seimbang, tidak ada yang miring atau berantakan. Ia mengambil lap kecil yang digantung di dapur untuk membersihkan tangannya, lalu menyibakkan anak rambut yang terlepas di pelipisnya. Sari, yang sejak tadi membantunya, menatap hasil kerja itu d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD