“Jangan berani-berani menyentuh integritas Thalia. Saya yang bertanggung jawab penuh atas hubungan kami di darat!” suara Valen menggelegar di kantor Manajemen Kabin T2. Suara bariton yang biasanya tenang dan terkontrol di dalam kokpit itu kini memenuhi seluruh penjuru ruangan berpendingin udara di Terminal 2 Bandara Juanda. Karyawan administrasi dan beberapa kru kabin yang sedang memegang berkas dinas mendadak bungkam. Udara di dalam ruangan terasa membeku seketika. Valen berdiri tegap di tengah ruangan, masih mengenakan seragam dinas kapten lengkap dengan tiga garis di pundak dan pet penerbang di tangannya. Sorot matanya tajam membakar, langsung tertuju pada Chika yang berdiri kaku di balik meja kerja Chief Purser. Muka Chika pucat pasi. Langkah kakinya sempat mundur setengah tindak sa

