“Jika Komite mempertanyakan profesionalisme Controller Thalia hanya karena keberadaan saya di kokpit, maka periksa juga rekam jejak penerbangan saya. Jangan jadikan dia korban atas tuduhan tanpa dasar!” pangkas Valen tegas. Suara bariton yang begitu tegap dan berwibawa itu menggelegar mantap, memotong keheningan di ruang rapat lantai empat Gedung Direksi Operasional. Ruangan berukuran luas dengan meja oval panjang berbahan kayu mahoni itu mendadak hening total. Lima anggota Komite Investigasi Internal beserta dua perwakilan manajemen teras maskapai yang duduk mengelilingi meja terpaku, tak menyangka keberanian terbuka dari pria berdarah dingin di hadapan mereka. Valen berdiri tegak di ujung meja rapat. Kemeja putih seragam kapten penerbang yang melekat di tubuhnya tampak licin tanpa lipa

