BAB 36

1322 Words

“Ayah cuma mau lihat satu hal dari anak muda itu, Thalia, apakah dia terbang membawa ego Aksara, atau membawa kerendahan hati seorang penerbang sejati,” tegas Kapten Marshel sambil merapikan kemeja batiknya di depan cermin ruang tamu. Thalia, yang sedang menata taplak meja makan bermotif lurik di sudut ruang tengah, menghentikan gerak jemarinya sejenak. Ia memandang punggung ayahnya yang masih tegap meski telah pensiun dari garis depan dunia penerbangan. Binar lampu gantung ruang tamu memantul lembut pada cermin ukir, memperlihatkan raut wajah Kapten Marshel Danubrata yang tegas dan penuh pertimbangan. “Ayah, Valen itu tidak pernah membawa-bawa nama besar keluarganya di tempat kerja,” sahut Thalia lembut, mencoba meredakan nada penuh selidik dari intonasi ayahnya. “Dia membangun karierny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD