“Pintu menara itu tempat kamu menjaga nyawa orang lain, Thalia. Jangan bawa beban pribadi ke atas sana,” ucap Kapten Marshel Danubrata sambil membersihkan miniatur pesawat di ruang tamunya. Thalia menghentikan langkahnya di ambang pintu menuju ruang makan, memperhatikan jemari sang ayah yang masih amat telaten menyapu debu halus dari sayap miniatur Boeing 747. Suasana rumah keluarga Danubrata malam itu terasa tenang dan hangat. Pendingin udara berembus pelan, beradu dengan aroma gurih sup iga yang baru saja diangkat dari kompor dapur oleh Eleonora. “Thalia enggak pernah bawa beban pribadi ke meja konsol, Yah,” sahut Thalia pelan. Ia melangkah mendekati meja makan, menarik salah satu kursi kayu jati yang kokoh. “Setiap kali duduk di ruang kontrol, pikiran Thalia cuma fokus pada garis-gari

