BAB 15

1512 Words

“Dunia aviation itu luas, tapi kenapa koridor T2 rasanya sempit banget ya?” bisik Ria saat menyikut lengan Thalia di depan kedai kopi area publik bandara. Thalia mendongak dari layar ponselnya, menghentikan ketukan jemarinya pada pesan singkat yang hendak ia kirimkan ke grup internal petugas radar. Ia mengikuti arah pandangan mata Ria yang tertuju lurus ke lorong tengah. Di Terminal 2 Juanda yang dipadati lalu lalang calon penumpang sore itu, empat sosok berseragam penerbangan berjalan berlawanan arah dari pintu kedatangan kru. Langkah Thalia sempat terhenti sejenak, meski ia dengan cepat menguasai dirinya kembali dan meneruskan ritme jalan yang konstan. “Langkahnya bisa biasa saja enggak, Ri?” tegur Thalia pelan, mempertahankan intonasi suaranya agar tetap datar dan teratur tanpa memper

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD