Hitungan berikutnya jatuh. Namun tangan Niko tidak berpindah. Alur pertukaran sudah selesai. Pasangan-pasangan lain mulai menyesuaikan diri dengan partner terakhir mereka, membentuk lingkaran yang lebih stabil. Musik berubah—dari riang menjadi waltz yang lebih lambat, lebih dalam. Denting piano dan gesekan biola mengisi ruang, menggema di bawah lampu kristal ballroom. Dan di tengah lantai dansa itu, Niko tetap berdiri bersama Lara. Beberapa kepala menoleh. Bukan terang-terangan—hanya lirikan singkat yang cepat kembali lurus. Secara aturan, tak ada yang salah. Partner exchange memang berakhir acak. Hanya saja… Mereka terlihat terlalu serasi. Terlalu menyatu. Langkah Niko tegas dan presisi. Ia memandu tanpa terlihat memaksa. Tangan kirinya menggenggam tangan Lara dengan mantap—hangat

