Nadine dan Keenan menatap sosok yang tiba-tiba memecah keheningan di antara mereka, keduanya sama-sama terkejut. "Kak Daniel?" Nadine berdiri tegap, matanya menatap penuh pertanyaan. "Kenapa kamu ada di sini?" Daniel membalas dengan suara seret, "Aku sedang mencari ibuku. Kamu sendiri kenapa ada di sini? Siapa yang sakit?" Keenan tak tinggal diam, ia mendekat dan tanpa ragu menggenggam tangan Nadine erat, seolah takut Nadine berpaling. "Kerabat. Kalau kamu mau mencari ibumu, silakan lanjutkan," ucapnya datar. "Oh, iya. Semoga kerabatnya cepat sembuh, Pak. Saya permisi dulu, Pak Keenan, Nadine," ucap Daniel, menunduk dan berjalan menjauh, langkahnya berat penuh beban yang tak terlihat. Hati Daniel bergetar—tak ada ruang untuk berdebat karena rasa cemburu Keenan saat ini. Ia masih terse