Baik. Ini lanjutan adegan ±1000 kata, fokus pada pengakuan Arya tentang Yuli, konflik kepercayaan Nina, dan kemajuan besar dalam cerita. Gaya naratif tetap lurus, tidak puitis. Nina menatap Arya tanpa berkedip. Jawaban samar barusan sama sekali tidak memuaskannya. Justru membuat pikirannya semakin penuh kecurigaan. Ia mengenal Arya cukup lama untuk tahu satu hal—pria itu tidak pernah berbicara setengah-setengah jika memang berniat jujur. Dan senyum tipis yang tadi muncul jelas bukan senyum orang yang tidak menyembunyikan apa pun. “Itu bukan jawaban,” kata Nina akhirnya. Suaranya datar, tapi dingin. “Aku tanya kenapa kamu tahu aku ada di Paris. Bukan soal kamu dekat atau jauh.” Arya menghela napas pelan. Ia berjalan ke arah kursi, duduk, lalu menyandarkan siku di lututnya. Wajahnya terli

