Bab 34

841 Words

Paris menyambut Nina dengan cahaya yang tak pernah ia temukan di Jakarta. Tiga hari sudah ia berada di kota itu, dan rasanya seperti hidup lain yang sama sekali berbeda. Tidak ada tatapan penuh tuntutan, tidak ada pertanyaan soal tanggal pertunangan, tidak ada nama Arya yang bergaung di setiap sudut pikirannya—setidaknya, itu yang ia coba yakinkan pada dirinya sendiri. Malam itu, lampu-lampu kota berkilau lebih terang dari biasanya. Musik berdentum dari sebuah gedung tua yang disulap menjadi venue pesta. Di dalamnya, suara tawa, dentingan gelas, dan irama elektronik bercampur jadi satu. Nina berdiri di tengah kerumunan, mengenakan gaun hitam sederhana yang membalut tubuhnya dengan pas. Rambutnya tergerai, riasannya lebih berani dari biasanya. Ia tampak seperti versi dirinya yang lama terk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD