Rumah kecil itu berdiri tenang di sudut gang, dikelilingi tanaman-tanaman yang Panji rawat sejak hari pertama mereka pindah. Kini, di halaman mungil itu, terdengar suara tawa seorang anak yang baru bisa berjalan tertatih. Suaranya bening, riang, menggema bersama semilir angin sore. Bayi yang dulu lahir dengan tangis kecil penuh harapan itu kini telah tumbuh menjadi bocah berusia satu tahun lebih. Nama yang mereka pilih untuknya adalah Aruna—yang berarti cahaya pagi. Sebuah nama yang lahir dari rasa syukur mereka atas perjalanan panjang yang akhirnya membawa mereka pada terang yang tak pernah padam. Sore itu, Aya duduk di kursi rotan sambil membaca buku, namun matanya tak pernah benar-benar lepas dari Aruna yang sedang sibuk mengejar kupu-kupu kecil di halaman. Anak itu tertawa setiap kal

