Happy Reading “Oca gue suka—uh!” Dante memukul dahinya kesal. Sudah satu jam Dante remaja berlatih di depan cermin namun tidak ada satupun kata yang pas untuk menyatakan cintanya. Seolah tidak menyerah, Dante kembali berlatih kata-kata. “Gue udah lama suka sama lo, apa lo mau jadi pacar gue?” ulang Dante dengan wajah seriusnya seraya menatap cermin sedetik kemudian dia menghela napasnya. “Hah, udahlah gitu aja kata-katanya.” Dante merapihkan pakaiannya tak lupa menyisir rambutnya. Setelah merasa penampilannya sudah sempurna. Dante menarik nafasnya. "Oke, lo pasti bisa, Dante,” ujarnya menyemangati diri sendiri. Dengan tangan yang menggenggam sekuntum Mawar berserta boneka kesukaan Oceana. Dia bergegas melangkahkan kakinya keluar dari rumah. Tapi baru juga dia melangkahkan kakiny