75. Bully

1606 Words

Happy Reading Mata Oceana terbuka hal pertama yang muncul dalam pandangannya adalah lampu gantung. Lampu gantung itu. terlihat sangat Indah nan mewah dan tentu saja asing asing dimatanya. "Ini bagus banget ....” Oceana menggantungkan ucapannya untuk sesaat dia tampak mengagumi kemewahan kamar itu namun sedetik kemudian dia tersadar dan langsung terduduk sembari menyibakkan selimutnya lalu kemudian dia menghela napas lega sementara satu tangannya terangkat memegangi dahinya. ah syukurlah tidak ada noda aneh maupun rasa sakit di bagian intimnya walau begitu dia belum sepenuhnya merasa lega. Bayangkan saja siapa yang akan merasa lega saat dirinya terbangun di tempat asing, sekali lagi ditempat asing. dia bahkan tidak tahu ada dimana dia sekarang. Kedua mata Oceana terbelalak sesaat set

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD