BAB 44

1249 Words

“Sudah tiga hari sakitnya, Dok,” ujar seorang pria paruh baya begitu duduk di dental chair. Ia memegang pipi kanan bawahnya. Aku mengangguk. “Hilang timbul atau terus sakit, Pak?” “Terus, Dok. Sampai kepala. Ya Allah, nggak enak banget.” Ia berkumur sejenak, lalu kembali menyandarkan diri. Aku mengarahkan lampu sorot. “Maaf, buka mulutnya ya, Pak.” Ia menganga. Dan aku langsung menemukan sumbernya. “Bisa lebih besar bukanya, Pak?” Sepertinya ia berusaha, namun justru meringis dan matanya memerah. “Sip! Kalau nggak bisa, cukup segini saja, Pak.” Gigi geraham bawah. Karies luas. Hampir seluruh mahkota gigi sudah habis. Jaringan di sekitarnya tampak meradang. Aku menghela napas. “Ini sudah sampai ke saraf, Pak,” ujarku. Ia mengerang pelan. “Sakit sekali ya?” tanyaku kemudian.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD