Lorong

1317 Words

Langit Jakarta masih diguyur hujan deras malam itu. Di balik kaca besar apartemennya, Sherina menatap kosong ke arah kilatan petir yang memantul di jendela. Setiap gemuruh guntur terasa seperti dentuman di dalam dadanya. Tangannya masih menggenggam file holografik bertuliskan: "Proyek VX-34 — Subjek 00: Dominick Yunglow." Ia menarik napas dalam, mencoba menahan gemetar. Dunia yang selama ini dia yakini runtuh seketika, suaminya ternyata bukan sekadar korban, melainkan bagian dari eksperimen yang sama dengan wanita yang kini memusuhinya. Lake Osmond berdiri di sampingnya, tubuh tegap dan tatapan dingin seperti seorang prajurit bayangan. "Nyonya, waktu kita terbatas. Saya dapat kabar, sistem laboratorium sudah aktif penuh. Begitu fase Alpha Merge dimulai, tidak ada yang bisa keluar hidup

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD