4. Aroma Berbeda

1822 Words

Sepanjang hari Yuta dibiarkan sendirian di kamar dan diperlakukan bak seorang putri, semua serba dilayani. Berbagai makanan mewah yang tidak pernah Yuta cicip sebelumnya pun dihidangkan. Namun, kenyataan itu tidak lantas membuatnya merasa nyaman, malah asing. Menjelang waktu tidur, seorang pelayan datang ke kamar yang Yuta tempati dengan membawa sebuah pesan. “Mbak Yuta, dipanggil sama Mas Lauritz ke kamarnya.” Perasaan Yuta langsung tidak karuan. “Mau apa?” “Kurang tahu, Mbak," jawab pelayan itu sopan. "Mari saya antar.” Meski enggan, Yuta tahu menolak pun percuma. Dia bisa saja diseret paksa. Dalam perjalanan menuju kamar Lauritz, benak Yuta dipenuhi tanya. Untuk apa dia dipanggil ke kamar pemuda itu selarut ini? Begitu masuk ke kamar Lauritz, Yuta melihat pemuda itu tengah berbarin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD